
Surakarta – Rutan Kelas I Surakarta terus menunjukkan komitmennya dalam memberikan pembinaan menyeluruh kepada warga binaan, khususnya bagi mereka yang terjerat kasus narkotika. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan rehabilitasi mental dan psikologis yang digelar secara rutin setiap bulan dengan menggandeng Yayasan Gendhog Nemu Sariro (GENNESA) Banyuwangi, Selasa (27/01).
Kegiatan rehabilitasi kali ini dibuka secara resmi oleh Kepala Seksi Pelayanan Tahanan Bayu Noviyanto, yang menekankan pentingnya pendekatan psikologis dalam proses pemulihan warga binaan kasus narkotika. Menurutnya, rehabilitasi tidak hanya berfokus pada aspek fisik, namun juga pada penguatan mental dan kesadaran diri.
Materi rehabilitasi disampaikan oleh Ketua Yayasan Gennesa, Tutik, dengan mengangkat tema Narcotics Anonymous (NA). Dalam sesi tersebut, warga binaan diajak memahami konsep pemulihan melalui dukungan kelompok, kejujuran pada diri sendiri, serta komitmen untuk lepas dari ketergantungan narkotika secara berkelanjutan.
Program rehabilitasi ini telah berjalan rutin setiap bulan dan mendapat respons positif dari warga binaan. Pendekatan psikologis yang diterapkan dinilai mampu membuka ruang refleksi, membangun motivasi, serta menumbuhkan harapan baru bagi warga binaan untuk menjalani kehidupan yang lebih baik setelah bebas nanti.
Kepala Seksi Pelayanan Tahanan Rutan Surakarta, Bayu Noviyanto, dalam keterangannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari pembinaan kepribadian yang berkesinambungan.
“Melalui rehabilitasi mental dan psikologis seperti ini, kami berharap warga binaan tidak hanya menjalani masa pidana, tetapi juga benar-benar pulih dan siap kembali ke masyarakat dengan pola pikir yang lebih sehat dan positif, ” ujarnya.
Dengan kolaborasi bersama Yayasan Gennesa, Rutan Kelas I Surakarta optimistis program rehabilitasi ini dapat menjadi bekal penting bagi warga binaan dalam memutus mata rantai penyalahgunaan narkotika serta mendorong proses reintegrasi sosial yang lebih baik.

Updates.