Rutan Surakarta Terpilih Jadi Pilot Project Strategi Branding Pemasyarakatan: Angkat Budaya Lokal sebagai Identitas Baru

    Rutan Surakarta Terpilih Jadi Pilot Project Strategi Branding Pemasyarakatan: Angkat Budaya Lokal sebagai Identitas Baru
    Dok : Humas Rutan Surakarta

    Surakarta - Rutan Surakarta kembali menorehkan prestasi membanggakan setelah resmi terpilih sebagai salah satu dari 17 Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan yang menjadi pilot project Strategi Branding Pemasyarakatan. Penetapan ini diberikan oleh Direktorat Jenderal Pemasyarakatan berdasarkan sejumlah indikator penting, yakni keaktifan komunikasi publik, potensi jangkauan masyarakat, serta kekuatan program dan produk layanan yang dimiliki.

    Sebagai bagian dari strategi branding, Rutan Surakarta mengusung tema budaya. Dipilihnya budaya sebagai identitas bukan tanpa alasan—Rutan Surakarta berada di jantung Kota Surakarta, sebuah kota yang dikenal sarat nilai tradisi, seni, dan filosofi Jawa. Keunikan inilah yang ingin diangkat sebagai ciri khas Rutan Surakarta, sekaligus memperkuat citra pemasyarakatan yang humanis, berkarakter, dan dekat dengan masyarakat.

    Sebagai tindak lanjut penetapan tersebut, Direktorat Jenderal Pemasyarakatan menggelar Focus Group Discussion (FGD) bagi 17 UPT terpilih, Rabu (12/11). Kegiatan yang berlangsung di Graha Bhakti Pemasyarakatan, Lantai 6, Ditjen Pemasyarakatan, ini bertujuan memberikan Pedoman Strategi Branding Pemasyarakatan sekaligus memperkuat arah komunikasi publik di lingkungan pemasyarakatan.

    Dalam sambutannya, Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Mashudi menegaskan bahwa strategi branding bukan sekadar upaya visual atau slogan semata, melainkan langkah strategis untuk mengangkat lebih tinggi marwah pemasyarakatan, mempertegas identitas, serta meningkatkan kepercayaan publik terhadap layanan yang diberikan.

    FGD ini juga menghadirkan dua narasumber berkompeten—Aiman Wicaksono dan Chaca Anissa—yang membagikan berbagai insight penting mengenai komunikasi publik di era digital. Keduanya menekankan perlunya pendekatan komunikasi yang adaptif, empatik, dan responsif agar lembaga pemasyarakatan mampu menjawab dinamika informasi dan ekspektasi publik yang terus berkembang.

    Dengan terpilihnya Rutan Surakarta dalam pilot project ini, diharapkan strategi branding berbasis budaya dapat menjadi kekuatan baru dalam mewujudkan pemasyarakatan yang lebih modern, humanis, dan dekat dengan masyarakat. Rutan Surakarta berkomitmen untuk terus menghadirkan inovasi positif dan memperkuat narasi pemasyarakatan yang berkeadilan dan bermartabat.

    rutan surakarta rutan surakarta pilot project branding pemasyarakatan
    Kevin Guntur

    Kevin Guntur

    Artikel Sebelumnya

    Komisi XIII DPR RI Apresiasi Program PRABU...

    Artikel Berikutnya

    Rutan Surakarta Gelar Donor Darah Semarakkan...

    Berita terkait

    Rekomendasi

    Peduli Kesehatan Mental, Peserta Magang Laksanakan Penyuluhan Psikologi bagi Warga Binaan
    KPK Dalami Peran Eks Stafsus Menag, Gus Alex, dalam Kasus Kuota Haji
    Perkuat Sinergi Pembinaan, Karutan Surakarta Audiensi dengan Kepala BPVP Surakarta
    Pulihkan Mental Warga Binaan, Rutan Surakarta Hadirkan Yayasan Gennesa dalam Rehabilitasi Narkotika
    Rutan Surakarta Perkuat Pengawasan, Monev Pembangunan Lapas Karanganyar Digelar Secara Berkelanjutan 

    Ikuti Kami